Sejarah the Flying Dutchman

Posted by Unknown on Sunday, April 15, 2012

Info Uniik - Ya. Flaying Dutchman terkenal lewat film pirates of carribean. Flaying Dutchman adalah sebuah nama kapal hantu yang meleganda, lalu mengapa kapal Flaying Dutchman terus mengarungi samudra tanpa mangenal rasa lelah?

Ada banyak cerita sejarah yang menceritakan flaying Dutchman Salah satu yang tertua adalah kisah mengenai para pelaut belanda yang sangat ambisius dalam menaklukan lautan. Pada abad 1500-1600, jauh sebelum inggris memiliki armada laut yang kuat, Belanda dikenal sebagai penakluk lautan. Disebutkan bahwa kapten Van Straaten adalah kapten yang teladan dan giat dalam mengarungi laut serta samudra, dan bersedia untuk mempertaruhkan segalanya demi menjadi kapten terkuat . Namun karena keserakahan dan keangkuhannya maka Van straaten dihukum oleh alam untuk hidup selamanya di atas kapal tanpa bisa berlabuh ke dermaga! Kabarnya kapal miliknya yang dinamai The Flying Dutchman sering berkeliaran di daerah Cape of Good Hope dibagian selatan Afrika. Dalam mitos setempat, kapal hantu Van Straaten dapat menularkan kutukan. Alhasil, para nelayan maupun pelaut dianjurkan untuk mengubah haluan jika mereka berpapasan dengan kapal milik Van Straaten.




Lebih lanjut lagi, pada tahun 1821 ditemukan catatan tertulis pertama mengenai kisah Flying Dutchman. Dalam salah satu edisi Blackwood’s Magazine yang terbit pada bulan mei di tahun tersebut, diceritakan bahwa sebuah armada laut Belanda dikutuk karena telah menantang alam . Hendrik Van Der Decken merupakan kapten dari armada itu. Cikal bakal terjadinya tragedi kutukan ini adalah ambisi Van Der Decken untuk menyelesaikan misi menemukan Cape of Good Hope. Namun sedikit berbeda dengan mitos tua Flying Dutchman, Blackwood’s Magazine menjabarkan lebih banyak detail mengenai perjalanan sang kapten. 7 tahun setelah misi diberikan, Van Der Decken belum juga menemukan Cape of Good Hope. Walaupun para awak kapal sudah merasa putus asa, Namun karena sang kapten mempunyai sifat yang sangat tegas maka tidak ada seorangpun yang berani menentang keinginannya. Sampai suatu malam Van Der Decken berhasil menemukan letak Cape of Good Hope dengan bantuan teleskop. Namun untuk mencapainya maka ia harus melewati badai yang menghadang di depannya. Karena merasa kesal akhirnya Van Der Decken mengumpat pada angin kencang yang menghadangnya.


Tidak lama setelah itu sebuah kapal kecil berpapasan dengan kapal Van Der Decken, dan nelayan di kapal kecil tersebut memperingati sang kapten untuk tidak meneruskan perjalanan malam itu. Bukannya mematuhi atau setidaknya menghormati saran si nelayan, Van Der Decken malah kembali mengumpat bahwa ia lebih memilih dikutuk untuk berlayar selamanya sampai hari kiamat tiba dari pada harus kalah dari alam. Seketika itu pula, betapapun sekerasnya usaha Van Der Decken namun ia beserta awak kapalnya tidak pernah dapat menemukan dermaga untuk berlabuh. Beberapa kisah menyebutkan bahwa Van Der Decken sebenarnya tidak dikutuk dan bahkan ia hampir berhasil berlabuh. Tetapi sayangnya semua awak kapalnya terkena wabah pes sehingga mereka tidak dapat diperbolehkan untuk berlabuh karena takut akan menularkan penyakit itu pada penduduk kota. Karena tidak mendapatkan pertolongan, seluruh awak kapalnya beserta sang kapten akhirnya meninggal dalam pelayaran di tengah lautan. Rasa sakit hati membuat mereka menjadi arwah penasaran yang terus mengarungi lautan dengan kapal hantunya. Versi lai mencatat bahwa terjadi pembunuhan sadis dikapal Van Der Decken yang memakan korban seluruh penghuninya!


Beberapa catatan sejarah jadul lainnya mengatakan bahwa seorang kapten belanda bernama Bernard Fokke disinyalir menjadi kapten Flying Dutchman lainnya. Fokke juga digambarkan sebagai kapten yang sangat piawai dalam mengarungi lautan. Dikisahkan bahwa Fokke dapat berlayar dari Holland sampai ke pulau Jawa hanya dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini sangat mengherankan banyak pihak karena pada masa itu, kapal tercepat saja butuh waktu cukup lama untuk mencapai Jawa. Kepiwaiannya tersebut kemudian dicurigai oleh banyak orang bahwa Fokke sebetulnya bekerja sama dengan para iblis sehingga kapalnya dapat berlayar cepat.

Apapun Versi ceritanya, The Flying Dutchman tetap dikenal sebagai kapal hantu yang sangat menyeramkan. Kisah mengenai Flying Dutchman juga dilengkapi dengan beberapa catatan penampakan. Salah satu yang paling terkenal adalah catatan dari Prince George of Wales yang kemudian dikenal sebagai King George V of United Kingdom. Catatan yang dibuat pada kisaran abad 1900-2000 tersebut mengatakan bahwa Prince George yang tengah berlayar dengan adiknya, Prince Albert Victor of Wales, melihat sebuah kapal aneh didekat perairan Australia. Dari atas Bacchante, kapal yang dinaiki George, 13 orang juga mengaku melihat sebuah kapal yang diselimuti kabut aneh pada saat subuh. Tidak hanya suram, kapal yang disinyalir sebagai The Flying Dutchman tersebut diliputi kilauan aura berwarna merah darah! Namun karena tebalnya kabut yang terjadi, seluruh awak kapal aneh tersebut tidak terlihat jelas. Karena penasaran maka Prince George memerintahkan beberapa awak kapalnya untuk mendekati kapal tadi dengan memakai sekoci, namun mereka tidak berhasil menemukan siapapun. Dan dalam sekejap kapal aneh itu hilang ditelan kabut, padahal harusnya kapal sebesar itu masih dapat dilihat teleskop dalam jarak 200 yard!

Mitos Cinta Sang Kapten


Davy Jones



Lalu bagaimana dengan kisah Davy Jones, kapten Flying Dutchman dalam Pirates of Carribean yang ternyata memiliki tragedi cinta dengan dewi laut bernama Calypso? Apakah kisah tersebut hanya karangan sang pencipta film belaka? Tidak sepenuhnya betul, tapi juga tidak seluruhnya salah. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak pengarang-pengarang dunia yang mengadaptasi legenda Flying Dutchman. Oleh karena itu versi dalam kapal hantu tersebut semakin beragam. Pada tahun 1980-an, seorang pengarang sekaligus aktivis lakon drama bernama Fitzball ikut mengadaptasi kisah Flying Dutchman. Untuk membuat kisah drama buatannya semakin dramatis maka disisipkan cerita bahwa sang kapten kapal menaruh cinta untuk seorang wanita yang pernah menolongnya. Tetapi akibat kutukan untuk berlayar selamanya, sang kapten akhirnya hanya memiliki kesempatan untuk menemui sang kekasih setiap 7 tahun sekali.


Menurut cerita dongeng, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu.
More aboutSejarah the Flying Dutchman

Sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman

Posted by Unknown




Info Unik - Menyebut Times New Roman, tentu banyak orang yang tahu. Jenis huruf ini digunakan sebagai standar huruf dalam dunia pengetikan. Keberadaannya dikenal luas oleh orang dari berbagai kalangan profesi. Namun, seberapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman ini?

Huruf ini dirancang oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Stanley Morrison. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1889 di Wanstead, Inggris. Stanley tumbuh sebagai figur yang tidak memiliki pengetahuan tentang percetakan, namun di kemudian hari ia menempati banyak posisi penting di dunia tersebut. Pengetahuannya yang banyak dalam hal tipografi didapatkan sejak menjadi anggota percetakan The Pelican Press.

Kecintaannya pada Tuhan membuatnya banyak membaca buku-buku religius, bahkan karya tipografinya yang pertama juga ditujukan untuk gereja. Setelah keluar dari The Pelican Press, ia bekerja untuk Cloister Press di Manchester. Banyak desain-desain terbaiknya dihasilkan saat ia bekerja di perusahaan ini. Lagi-lagi, karyanya banyak mencerminkan latar belakang gereja katolik, hal ini terlihat pada ilustrasi dan berbagai macam dekorasi yang ia gunakan. Karena ia sangat membenci perang, gerakan antiperangnya membuat ia sempat dipenjara selama empat tahun (1914-1918).

Berawal dari Surat Kabar "Times"
Selama kurang lebih 30 tahun (1929-1960) Stanley Morrison menjadi konsultan huruf untuk koran The Times di London, Inggris. Sebagai konsultan huruf, pada tahun 1931 ia mengatakan pada Times, ”The Times merupakan koran yang telah memiliki pelanggannya sendiri, kita memerlukan sebuah huruf yang tidak sama dengan barang dagangan pada umumnya, huruf itu harus baik pada dasarnya, namun juga mencerminkan kekuatan dari garis, konsistensi, dan ekonomis bagi The Times”.

Karena kata-katanya itulah, 3 Oktober 1932 menjadi hari pemasaran jenis huruf “Times” ke khalayak ramai, karena pada hari itu untuk pertama kalinya koran The Times dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang dinamai seperti koran itu sendiri. Stanley Morisson bukan satu-satunya orang yang berada di balik layar kesuksesan huruf tersebut. Ia juga dibantu temannya bernama Victor Lardent sebagai orang yang menggambar rancangan huruf ini.

Huruf bernama Times ini dengan cepat menjadi sangat populer pada masa itu, banyak digunakan di koran, majalah, maupun buku laporan tahunan perusahaan. Huruf ini didaftarkan lisensinya ke The Monotype Corporation di Inggris, namun juga didaftarkan ke perusahaan lisensi Linotype di Amerika, karena koran The Times banyak mendaftarkan lisensi dari produk-produknya ke Linotype. Akhirnya, pada tahun 1945, The American Linotype Company mendaftarkan nama dagang ”Times Roman” secara terpisah, bukan sebagai bagian dari The Times ataupun Monotype. Di sinilah terjadi perbedaan nama untuk penggunaan huruf ini dalam komputer. Linotype dan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Adobe dan Apple Macintosh menggunakan nama ”Times Roman”, sedangkan Monotype dengan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Microsoft menggunakan nama “Times New Roman”.

Pada era ’80-an, Monotype mendesain ulang Times New Roman dan mengklaim bahwa huruf yang di desain ulang ini lebih baik daripada Times Roman yang dimiliki Linotype. Karena tidak mau kalah, pada periode waktu yang berdekatan, Adobe-Linotype juga meluncurkan seri baru dari huruf Times, yang tentu saja mereka mengklaim huruf yang baru juga lebih baik dibanding huruf milik Monotype. Pada kenyataannya, sebagian atau mungkin seluruh pengguna huruf ini tak akan menyadari atau bahkan tak akan mempermasalah kan perbedaan di antara keduanya walaupun huruf-huruf tersebut dicetak sangat jelas dengan ukuran 10 pt dalam resolusi tinggi 300 dpi.

Lepas dari berbagai pertentangan di atas, terbukti bahwa Stanley Morrison telah berhasil menciptakan huruf yang baik dengan ciri khasnya tersendiri sehingga jenis huruf ini terus dikenang dan digunakan oleh banyak kalangan hingga saat ini. Ia meninggal pada 11 Oktober 1967 di London, Inggris.
More aboutSejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman

12 Lagu anak Indonesia yang Menyesatkan

Posted by Unknown


Ternyata lagu anak-anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi dan yang pasti menyesatkan. Berikut buktinya:

1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!

2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!” Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!

3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama” Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!

7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg “mengancam”

9. “Bintang kecil dilangit yg biru…”
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?

10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Namanya Kartini atau Harum?

11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka.”
Nah,gak sopan khan..

12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam





sumber

More about12 Lagu anak Indonesia yang Menyesatkan

5 Bahaya Ngupil

Posted by Unknown on Wednesday, April 4, 2012

Info Uniik - Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian orang kegiatan mengupil adalah kegiatan yang sangat mengasikkan. Benar tidak? Saking Asiknya sampai lupa waktu. Biasanya orang mulai melakukan aktivitas mengupilnya saat sedang santai, bengong atau mengisi waktu senggang atau saat kita merasa terganggu dengan kotoran di hidung.
 


Berdasarkan survei peneliti dari Wisconsin, rata-rata mengupil dilakukan 4 kali dalam sehari. Mengupil bisa menjadi aktivitas yang berguna sekaligus aktivitas yang tergolong jorok bagi sebagian orang. Dengan mengupil, dapat membantu membersihkan hidung dari kotoran. Kotoran yang ada didalam hidung (upil) berasal dari lendir yang mengering. Membran mukosa yang berada di rongga hidung-lah yang menghasilkan lendir lengket tersebut. Lendir itu gunanya untuk menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Nah, dari lendir yang mengering ini lah yang menimbulkan rasa gatal yang mengganggu dan menyebabkan sebagian besar orang terpancing keinginannya untuk mengupil. Walaupun kegiatan yang mengasikan dan sebetulnya juga dapat membantu membersihkan rongga hidung, tapi mengupil juga dapat membahayakan kesehatan rongga hidung.

Berikut adalah beberapa akibat terlalu sering mengupil: 

1. Lapisan Dalam Rongga Hidung Luka
Sebelum mengupil, ingat untuk mencuci tangan dahulu sebelum dan sesudahnya, jangan lupa memotong kuku agar rongga hidung tidak lecet. 

2. Pendarahan Di Rongga Hidung
Hal ini terjadi karena pelumas alami yang dibutuhkan rongga hidung agar tidak kering atau habis. Namun, jika seseorang jarang mengupil, lendir yang ada pada rongga hidung itu bercampur dengan kotoran dan akan mengeras yang lema-kelamaan dapat menghambat pernapasan kita.

3. Infeksi
Dengan kondisi tangan yang kotor, kemudian mengupil dapat membuat virus flu gampang masuk ke hidung dan lebih mudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

4. Rontoknya Rambut Hidung
Rambut yang berada pada rongga hidung tersebut gunanya untuk menyaring debu dan kotoran. Tanpa rambut hidung, semua jenis penyakit yang tersebar melalui udara dapat masuk dengan leluasa ke dalam tubuh kita.  

5. Meninggal Dunia
Percaya gak percaya, memang terlihat extreem “masa hanya dengan mengupil, seseorang bisa meninggal dunia?”. Tapi inilah faktanya. Hal ini bisa saja terjadi jika memaksa dan berusaha mengeluarkan upil yang besar dan keras. Di dalam rongga hidung terdapat tulang ethmoid yaitu tulang yang memisahkan antara hidung dengan otak. Nah, jika saat seseorang mengupil dan tidak sengaja menusuk tulang itu maka cairan di otak bisa bocor. Bocornya cairan tersebut akan menyebabkan meningitis (radang selaput pelindung sistem saraf pusat – otak).
 
More about5 Bahaya Ngupil

Rahasia Lukisan Monalisa Menurut Komputer

Posted by Unknown

Info Unik - Siapa yang tidak tahu Monalisa? Salah satu karya ini dilukis oleh legenda seni dunia, Leonardo Da Vinci. Semua orang di semua penjuru bumi mengetahui karyanya.
Hampir semua ahli seni dunia sepakat bahwa wanita dibalik lukisan Mona Llisa adalah Lisa Gherardini, yang merupakan istri seorang pedagang kaya di Florence.
Akan tetapi, salah seorang Sejarawan Seni Giuseppe Pallanti mengatakan, catatan dari masa itu menunjukkan dia meninggal pada usia 63 tahun bulan Juli 1542 dan dimakamkan di sebuah biarawati di pusat kota Florence yang kini terbengkalai. Sejarawan ini mengatakan, Dia (Mona Llisa) menghabiskan sisa hidupnya setelah menjanda dan sakit di biara itu.



Senyuman misteri yang ditunjukkan raut muka Monalisa dalam

lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap juga. Para
akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi obyek lukisan terkenal itu. Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya Florence, Francesco del Giocondo, telah lama dipandang sebagai model yang paling mungkin yang terlukis pada karya abad 16 tersebut.
Namun demikian, para sejarawan seni sering bertanya-tanya apakah mungkin wanita yang tersenyum itu sebetulnya kekasih daVinci, ibunya atau artis itu sendiri atau malah orang lain.

Kini pakar di perpustakaan Universitas Heidelberg menyatakan berdasarkan catatan yang ditulis pemiliknya dalam sebuah
buku pada Oktober 1503 diperoleh kepastian untuk selamanya bahwa Lisa del Giocondo-lah model yang sesungguhnya dalam lukisan itu, yang merupakan salah satu lukisan legenda terkenal di dunia.
"Semua keraguan tentang identitas
Monalisa telah pupus menyusul penemuan oleh Dr. Armin Schlechter," seorang
pakar naskah kuno, kata perpustakaan itu dalam pernyataannya.

Hingga kini, hanya diperoleh ''bukti kurang meyakinkan'' dari berbagai dokumen abad 16. "Hal ini menciptakan ruang bagi berbagai interpretasi dan ada banyak identitas berbeda dikemukakan," kata perpustakaan itu.

Catatan itu dibuat oleh Agostino Vespucci, seorang pejabat Florence dan sahabat da Vinci, dalam koleksi surat tulisan orator Romawi, Cicero.

Tulisan dalam catatan itu membandingkan Leonardo dengan artis Yunani kuno Apelles dan menyatakan ia sedang menggarap tiga buah lukisan, salah satunya adalah potret Lisa del Giocondo.


Para pakar seni, yang sudah mengaitkan tahun pembuatan lukisan itu pada jaman abad pertengahan itu, menyatakan penemuan Heidelberg itu merupakan terobosan dan penyebutan sebelumnya menghubungkan istri saudagar itu dengan lukisan potret dunia tersebut.

"Tak ada alasan untuk terus meragukan
bahwa potret ini adalah wanita yang lain," kata salah satu sejarahwan seni
Universitas Leipzig, Frank Zoelner, kepada Radio Jerman.

Monalisa Smile

Selama berabad-abad pecinta seni bertanya-tanya soal misteri senyuman pada lukisan Monalisa.
Lukisan itu dianalisa oleh komputer dari Universitas Amsterdam dengan menggunakan piranti lunak yang bisa mengenali emosi.
Komputer itu menyimpulkan bahwa subjek yang diteliti :
83% persen gembira,
9% persen merasa jijik,
6% persen takut
2% persen marah.
Komputer itu mengukur tanda-tanda seperti lekukan pada bibir, garis-garis di sekitar mata dan lain-lain.

Da Vinci Tetechnics

misteri yang lain masih menyelubungi karya Da Vinci ini - khususnya tentang bagaimana lukisan diciptakan. Teknik melukis sfumto atau berasap yang digunakan Da Vinci sampai kini masih membuat para pakar kebingungan.

Karya masterpiece da Vinci pada abad 16 ini, kini tersimpan di Musee du Louvre (Museum Louvre), Paris. Ditempatkan dalam bingkai kaca, lukisan itu dijaga ketat. Memotret atau merekam dilarang.

Beberapa argumen-pun bermunculan, pengamat menyatakan bahwa Mona Lisa sesungguhnya adalah potret diri sang pelukis, Leonardo da Vinci, dalam bentuk wanita.
More aboutRahasia Lukisan Monalisa Menurut Komputer

5 Sampul Buku dari Kulit Manusia

Posted by Unknown on Tuesday, April 3, 2012

Info Uniik - Kulit manusia dijadikan sebagai sampul buku? Mengerikan! Ini adalah teknik nyata yang meskipun dikecam dan dianggap mengerikan dengan standar saat ini, secara resmi dipraktekkan sejak abad ke-17. Teknik ini mendapatkan popularitas yang amat besar selama Perancis berevolusi dan di antara kelas atas pada abad ke-19.

Penasaran? Ini dia kelima bukunya

1. Garnet A Jesuit dan Konfederasi Nya
1606: Kulit “Donor”: Bapa Henry Garnet A True and Perfect Relation of the Whole Proceedings Against the Late Most Barbarous Traitors

Buku yang satu ini merupakan perenungan kegagalan dan penangkapan berikutnya dan pelaksanaan Plotter Gunpowder. Para Plotter adalah sekelompok pemberontak Katolik yang di tahun 1605 mencoba untuk membunuh Raja Protestan James I dari Inggris, putra sulungnya. Rencana mereka adalah meledakan bubuk mesiu selama sesi dari Rumah Parlemen. Usaha, yang kemudian disebut Plot Bubuk Mesiu dari 1605 berbuah kegagalan. Para pejuang semua ditangkap dan dieksekusi. Yang paling terkenal ini adalah Guy Fawkes. Dagingnya yang digunakan setelah eksekusi untuk mengikat buku ini. Buku ini memiliki suatu prasasti Latin pada sampulnya yang bila diterjemahkan. Ini adalah salah satu contoh yang paling terkenal dari bibliopegy anthropodermic karena banyak percaya bahwa Anda dapat melihat wajah Bapa, selamanya dipelintir kesakitan “penyesalan parah dihukum daging.” , pada sampulnya

2. Leeds, Inggris Ledger
1700: Kulit “Donor”: Unknown
Pada tahun 2006, buku besar 300 tahun ditemukan di Leeds pusat kota, Inggris. Tidak banyak yang diketahui mengenai buku ini. Namun, dari beberapa keingintahuan, buku ini ditulis dalam bahasa Prancis dan tanggal kembali ke 1700. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin telah dibuat selama Revolusi Perancis, saat anthropodermic bibliopegy mendapatkan popularitas. Jika ini memang dibuat selama Revolusi Perancis, maka kemungkinan besar buku ini dapat berdiri di samping dokumen-dokumen lain seperti Hak Manusia dan Konstitusi Perancis 1793 yang juga diyakini memiliki salinan terikat dalam daging manusia.

3. Merah Prosiding Pembunuhan Yudisial Barn
1828: Kulit “Donor”: William Corder
Pembunuhan Barn Merah merupakan sebuah pembunuhan keji yang terjadi di Polstead, Suffolk, Inggris pada tahun 1827. Kasus ini dimulai ketika seorang wanita muda bernama Maria Marten memiliki anak nakal, William Corder keluar dari nikah, suatu pelanggaran yang dapat mengakibatkan penganiayaan dari petugas paroki. Keduanya diatur untuk bertemu dan kawin lari di Barn Merah setempat. Namun, setelah pertemuan, Corder Marten ditembak dan melarikan diri. Tetapi  kemudian Marten ditemukan dan diidentifikasi saat ibu tirinya mulai bermimpi tentang menjadi dirinya dibunuh dan dikubur di Gudang Merah. Pembunuhan dan sidang berikutnya dan pelaksanaan William Corder menjadi sebuah sensasi nasional, lagu-lagu inspiratif, drama, dan balada yang bertahan sampai hari ini. Setelah Corder dieksekusi, tubuhnya dibedah dan diperiksa oleh profesional medis. Kerangkanya menjadi alat bantu mengajar di sebuah Rumah Sakit Barat Suffolk. Kulitnya yg kecokelatan oleh seorang ahli bedah bernama George Creed dan digunakan untuk mengikat Buku yang ditulis oleh Creed: “Para Pengikatan buku ini adalah kulit Pembunuh William Corder diambil dari tubuhnya dan kecokelatan sendiri di tahun 1828. George Syahadat Surgeon ke Rumah Sakit Suffolk. ” Rekening itu sekarang sudah diadakan di Moyse s Hall Museum.

4. Bibiigrafi James Allen, alias Jonas Pierce, alias James H. York, alias Burley Grove.
1837: Kulit “Donor”: James Allen
James Allen hidup di awal abad 19 di Massachusetts. Dia perampok yang memiliki permintaan terakhir yang tidak biasa saat kematiannya. Allen telah dimasukkan ke dalam penjara sebagai hukuman dari mencoba merampok seorang pria bernama John A. Fenno di Massachusetts Turnpike. Menjelang kematiannya, Allen meminta salinan memoarnya yang telah ditranskripsi oleh sipir penjara akan terikat di kulitnya dan diberikan kepada Fenno.sejak itu buku ini telah disumbangkan oleh nenek moyang Fenno kepada Anthenaeum Boston.

5. El Viaje Largo oleh Tere Madinah
1972: Kulit “Donor”: Unknown
Di Perpustakaan Bailey Slippery Rock University ada sebuah buku kecil aneh puisi Spanyol El Viaje erotis Largo oleh Tere Madinah. Buku ini dibungkus oleh kulit manusia, dan yang paling mengejutkan mengingat bahwa itu seharusnya ditulis pada tahun 1972.
More about5 Sampul Buku dari Kulit Manusia

Material Misterius Muncul di Kutub Utara

Posted by Unknown

NOAA Material misterius berwarna jingga dilihat dengan mikroskop diketahui merupakan kumpulan telur, namun belum dipastikan dari mana asal spesiesnya. 
Info Uniik  - Pekan lalu, sebuah material misterius berwarna oranye muncul di kutub utara Bumi. Para ilmuwan belum dapat memberikan jawaban yang pasti untuk menjelaskan material tersebut.
Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti bau gas.
Anehnya, saat diambil dari laut, substansi itu tidak memiliki bau dan ‘sangat lembut. "Bentuknya seperti minyak bayi," kata Janet Mitchell, salah seorang pejabat kota Kivalina.
Setelah gelombang tinggi menyapu material oranye itu pergi, masyarakat setempat baru menyadari bahwa material tersebut mungkin pula beracun. Pasalnya, sejumlah ikan kecil mati setelah material itu hadir di pantai. Akan tetapi, ilmuwan belum dapat memastikan hal tersebut.
Sampel material dikirimkan ke Auke Bay Laboratories milik NOAA Alaska Fisheries Science Center di Juneau untuk diidentifikasi. Di bawah mikroskop, tampak struktur seluler yang berbentuk seperti manik-manik, memberi petunjuk bahwa material jingga itu merupakan serangkaian telur-telur ikan.
Akan tetapi, ahli biologi kelautan tidak menganggap ikan-ikan kecil yang mati merupakan induk telur-telur tersebut. "Kami telah menentukan bahwa ini merupakan telur hewan invertebrata kecil meski kami tidak bisa menyebutkan spesiesnya secara pasti," kata Jeep Rice, seorang ketua ilmuwan NOAA di laboratorium Juneau.
"Saat ini kami perkirakan bahwa material jingga merupakan telur atau embrio sejenis binatang air kecil berkulit keras. Tetesan molekul yang larut dalam lemak di bagian tengah yang menyebabkan munculnya warna oranye," ucapnya.
Kivalina Village dan lab NOAA di Juneau kini menunggu kabar dari laboratorium lain di South Carolina yang memiliki spesialisasi di pertumbuhan fitoplankton untuk mempelajari identitas induk dari telur-telur yang menginvasi itu. "Kami sangat tidak sabar untuk mengetahuinya," kata Julie Speegle, juru bicara lab Juneau. (National Geographic Indonesia/Abiyu Pradipa)
More aboutMaterial Misterius Muncul di Kutub Utara